Lompat ke isi

Engineering in Humor

Agustus 9, 2009

Putri Katak
————
Sang engineer berjalan cepat melintasi tepi sungai, ketika terdengar suara panggilan. Setelah diamati, ternyata suara itu berasal dari seekor katak. “Hai tunggu,” kata si katak, “Aku sebenarnya putri yang cantik, tapi sedang dikutuk. Tapi kalau kamu menciumku, aku bisa jadi putri lagi. Ciumlah aku!” Dengan hati-hati si engineer memungut si katak, lalu memasukkannya ke saku jaketnya. Si katak berteriak, “Hai, ciumlah aku! Kalau aku sudah jadi putri, aku mau jadi pacarmu semalam.” Si engineer cuma tersenyum kecil. “Iya deh, nggak semalam. Seminggu penuh deh!!!” teriak si katak. Si engineer senyum lebar, mengeluarkan katak dari saku, mengelus-elusnya,kemudian memasukkan kembali ke saku. Si katak berteriak putus asa, “Ya deh, aku mau jadi pacar kamu seumur hidup. Tapi cium aku dong. Nanti aku jadi putri yang cantik sekali, yang akan menemani kamu selamanya.”

Akhirnya si engineer buka suara juga. “Hey. Tahu nggak. Aku itu engineer. Aku nggak punya waktu buat pacaran. Tapi punya katak yang bisa bicara, keren juga.”

Hukuman Pancung
———————
Di sini akan dijelaskan karakteristik khas engineer, yaitu memiliki pengabdian yang mendalam dan membabi buta pada profesinya. Zaman pemberontakan. Seorang pendeta, ahli hukum, dan engineer ditangkap, dan
dijatuhi hukuman mati dengan guillotine. Tibalah saat pelaksanaan
hukuman mati. Setelah diundi, pendeta harus mati lebih dulu, disusul
ahli hukum, dan terakhir si engineer. Pendeta meletakkan leher di balok
guillotine. Tuas dilepas. Tapi pisau bergeming. Si pendeta berdiri dan
mengatakan ia telah diselamatkan oleh Tuhan. Ia pun dibiarkan pergi.
Giliran si ahli hukum dipaksa meletakkan leher di balok. Tuas dilepas.
Tapi pisau maih terdiam saja. Si ahli hukum berdiri dan mengatakan bahwa
seorang tersangka hanya boleh dihukum satu kali untuk sebuah kesalahan.
Maka ia pun boleh pergi. Terakhir, si engineer meletakkan kepalanya di
leher balok. Ia mengintip ke arah pemicu katrol. Lalu ia berkata,
“Tunggu. Sekarang aku tahu kenapa alatnya macet ….”

Tebakan Kelas Tinggi
————————
Si programmer dan engineer berada dalam sebuah perjalanan panjang di
pesawat terbang. Si engineer tidur dengan lelap. Tapi si programmer
duduk gelisah. Setelah lama bingung mencari kegiatan, si programmer
membangunkan engineer dan mengajak main tebak-tebakan. Si engineer yang
malas cuma menggeleng dan mencoba kembali tidur. “Ayo dong,” desak si
programmer, “Kita pakai taruhan. Yang kalah bayar sepuluh ribu ke yang
menang.” Si engineer masih menolak dengan halus.

“Begini saja,” kata programmer, “Kalau aku nggak bisa jawab
pertanyaanmu, aku bayar seratus ribu. Kalau kamu nggak bisa jawab
pertanyaanku, kamu bayar sepuluh ribu saja.” Si engineer bosan diganggu,
dan terpaksa setuju. Maka si programmer mengajukan pertanyaan pertama,
“Berapa jarak dari Matahari ke planet Pluto?” Si engineer langsung
menyerah dan menyerahkan sepuluh ribu rupiah.

Si programmer dengan sukacita menantang pertanyaan dari engineer. Maka
si engineer bertanya, “Apa yang naik dengan tiga kaki dan turun dengan
lima kaki?” Si programmer bingung. Tapi ia tak mau menyerah. Maka ia
membuka notebooknya, dan mencari berbagai referensi. Setelah gagal, ia
menyambungkan modem radio, dan mencari referensi ke Internet. Masih
gagal, ia berkirim mail ke seluruh mail list yang diikutinya untuk
menanyakan soal itu. Tapi tidak ada yang bisa menjawab.

Putus asa, ia menyerahkan seratus ribu rupiah ke engineer yang masih
terkantuk-kantuk. Si engineer tenang menerimanya dan memasukkannya ke
saku. Si programmer, penasaran, membangunkan si engineer, dan bertanya
lagi, “Jadi, apa jawabannya?” Dengan malas, si engineer menggelengkan
kepala, mengeluarkan sepuluh ribu rupiah, menyerahkannya ke si
programmer, lalu tidur lagi.

Ilmu Karcis
————-
Setelah membaca kisah ini, Anda akan suka mengaplikasikan formula
Erlang. Sekelompok engineer dan matematikawan naik kereta bersama untuk
menghadiri workshop. Setiap matematikawan membawa selembar karcis. Tapi
para engineer hanya punya selembar karcis untuk semua orang. Tentu saja,
para matematikawan menertawai ketololan kelompok engineer.

Saat kondektur hampir masuk, semua engineer bergegas masuk ke kamar
kecil. Kondektur mengetuk pintu kamar kecil, dan berteriak,
“Karcisnya,Pak.” Sebuah tangan mengacungkan selembar karcis itu keluar
kamar kecil. Kondektur memeriksa dan kemudian berlalu. Para engineer pun
keluar dari kamar kecil. Para matematikawan merasa kecele.

Pulang dari workshop, para matematikawan hanya membeli selembar karcis.
Tapi para engineer tidak membeli karcis selembar pun. Para matematikawan
kembali menertawai keanehan pada engineer.

Saat kondektur hampir masuk, para engineer masuk ke kamar kecil.Dan para
matematikawan masuk kamar kecil satunya. Tapi kemudian salah satu
engineer keluar dari kamar kecil, mengetuk pintu kamar kecil para
matematikawan, dan berteriak, “Karcisnya, Pak!”

Pendekatan
————-
Seorang engineer dan seorang matematikawan sedang bersaing memperebutkan
seorang gadis (pasti ilmuwan deh). Kata si gadis, “Kalian boleh
mendekatiku. Tapi berapa pun langkah kalian mendekatiku, aku akan segera
menjauh dengan jarak setengahnya.”

Kata si matematikawan, “Wah, dengan demikian, aku tak akan bisa
mencapaimu selamanya. Ini pasti penolakan yang halus.”

Tapi kata engineer, “Memang aku tak mungkin mencapaimu. Tapi kita bisa
berada cukup dekat untuk melaksanakan hal praktis sehari-hari.”

Soal Harga
————
Sore di taman. Dua engineer berpapasan. Satu sedang jogging dan satu
mengendarai sepeda yang bagus. “Hai, sepedamu bagus. Baru ?” “Bisa
dibilang baru. Ada gadis manis memberikannya padaku tadi.” “Baik sekali!
Bagaimana ceritanya ?” “Aku juga heran. Tadi aku sedang jogging. Gadis
manis itu naik sepeda ini. Dia berhenti, mengerlingkan mata, lalu turun.
Kami jalan bersama sebentar. Tiba-tiba dia mengajakku masuk ke
semak-semak. Di sana dia membuka seluruh pakaiannya. Lalu katanya,
‘sekarang, ambillah milikku yang paling berharga’. Ada training pack,
ada sepatu, dan ada sepeda. Jadi aku ambil sepedanya.”
“Ya dong. Tentu. Lagipula training pack dan sepatunya belum tentu
seukuran dengan kamu.”

5 Komentar leave one →
  1. mylif permalink
    Agustus 10, 2009 11:35 pm

    hola…ini ferlyn bukan?

    • ferlynchemeng permalink*
      Agustus 11, 2009 1:34 am

      Yup… nih blog ke dua saia mbak lif…

  2. Agustus 11, 2009 2:02 am

    hahahaha….
    lucu abis deh…

    makasih telah ngasih linkkesini

    salam FUNtastic

  3. abee permalink
    Agustus 12, 2009 1:43 pm

    yang hukuman pancung itu, kira-kira akhirnya gimana ya? apa si engineering ngebenerin katrolnya, terus dia jadi kepancung? hehehee….

    • ferlynchemeng permalink*
      Agustus 12, 2009 3:41 pm

      akhirnya, si engineer diperbolehkan pergi…
      soalnya dia udah berjasa ngebenerin katrol, trus pendeta dan ahli hukum disuruh balik dan jadi dieksekusi

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.